“Kata dokter anak saya menderita gezala gizi buruk dan saya dianjurkan untuk berobat jalan, namun karena kondisi kehidupan saya yang pas-pas an akhirnya saya hanya berobat dikampung. Ternyata Siti setelah menginjak umur 9 tahun kondisi tubuhnya beda dengan anak-anak lain pada umumnya,” ungkapnya kepada MMN dengan nada sedih, Jumat (2/2).
Ia menambahkan, Siti semasa bayinya sering mengalami sesak nafas. Hingga sekarang kalau kecapean sering mengalamai panas dan sesak nafas.
“Saat ini seharusnya siti sudah menginjak sekolah kelas 2 MTS/SMP. Saya berharap kepada pemerintah Daerah maupun Pusat dapat membantu dan memberi perhatian kepada saya,” harapnya.
Sutiawan (34) Guru MI menanggapi keadaan Siti sangat memprihatinkan kondisinya.
“Siti aktif dan disipin, hanya saja kendala dalam penyerapan pelajaran atau telat lodingnya. Mungkin karena kondisi postur tubuh yang kecil dan dia merasa terkucilkan oleh teman-temannya di sekolah karena kondisi tubuhnya yang beda dari yang lainnya,” ucapnya.
Dengan adanya 2 orang anak yang mengalami kondisi tubuh yang lebih rendah dari standar usianya atau bisa disebut kekurangan gizi dan masuk dalam kategori keluarga kurang mampu tentunya menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Pemdes, Pemda dan Pusat untuk melakukan pengawasan dan kepeduliannya.
(Jay)















