Akibatnya, biaya korupsi berubah menjadi beban perusahaan, efisiensi dikorbankan, daya saing melemah, dan kesejahteraan buruh ikut tergerus bahkan yang lebih serius perusahaan bisa tutup.
Buruh adalah sebagai pihak pertama yang menanggung dampaknya melalui upah yang ditekan, hak yang dipangkas, dan kesejahteraan yang tertunda. Sementara itu, segelintir pihak menikmati keuntungan dari praktik yang merusak integritas perusahaan.
Transparansi manajemen bukanlah musuh perusahaan, tetapi musuh bagi mereka yang selama ini hidup nyaman di balik kabut “koordinasi” dan menikmati keuntungan dari biaya yang seharusnya tidak pernah ada.
Perusahaan yang benar-benar bersih akan membuka data, bukan menutupinya; siap diaudit, bukan alergi diperiksa,dan membangun kepercayaan melalui keterbukaan, bukan melalui pembungkaman.
Penulis : Khairul















