PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
Megapolitan

Hari Musik Nasional, Sobat Ambyar dan Nasionalisme Multikultural

213
×

Hari Musik Nasional, Sobat Ambyar dan Nasionalisme Multikultural

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Jakarta – Siapa tak kenal Didi Kempot, penyanyi sekaligus pencipta lagu campursari yang kini bangkit kembali dengan lagu-lagunya yang digandrungi kalangan milenial.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Didi Kempot yang kini mendapat julukan “Lord Didi” atau “The Godfather of Broken Heart” seakan mampu menghipnotis kawula muda untuk ikut bernyanyi dan bergoyang mengikuti irama lagu campursari.

Inilah fenomena “Sobat Ambyar”, sebutan yang melekat pada para lover dan penggemarnya di seantero tanah air.

Bisa dibilang, Didi Kempot tergolong musisi yang tidak hanya konsisten di jalur musik campursari, tapi juga unik secara penampilan.

Dengan memakai beskap (blangkon, selop, jarik) serta rambut gondrongnya, lagu-lagu Didi Kempot dapat diterima generasi muda zaman now. Bait-bait lagu-lagunya dalam bahasa Jawa seperti Pamer Bojo, Cidro, Suket Teki, Statiun Balapan, Pantai Klayar, Banyu Langit, menjadi hymne bersama dan karaoke massal kaum muda perkotaan di setiap aksi panggungnya.

Berkat sosial media kini lagu-lagu Didi Kempot tidak hanya mudah dinikmati, tapi juga mampu menembus batas generasi. Youtube dan video viralnya telah dilihat jutaan orang.

Di tangan Didi Kempot, genre musik campursari yang bersifat lokal dinasionalkan dan dirayakan sebagai medium ekspresi generasi milenial mulai dari kampus hingga hotel-hotel berbintang.

Campursari dan Masyarakat Jawa

Meski bukan orang pertama yang memperkenalkan campursari, namun kehadiran Didi Kempot dalam kancah musik komtemporer Indonesia mampu mengubah image campursari. Mirip dengan perjalanan musik dangdut, awalnya kesan kampungan dan kelas bawah melekat pada musik campursari. Kehadirannya tidak dianggap “pop” karena cakupan genrenya seperti halnya dangdut dan keroncong, bertentangan dengan kemodernan yang diusung oleh genre pop.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *