SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Megapolitan

Kades Hegar Mukti Geram, Pelaksanaan Proyek Turap Tidak Sesuai Spek dan RAB

177
×

Kades Hegar Mukti Geram, Pelaksanaan Proyek Turap Tidak Sesuai Spek dan RAB

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Pelaksanaan proyek pengerjaan turap di Kampung Tegal Danas Tower RT 01/02 desa Hegar Mukti, kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, diduga tidak sesuai dengan Spek dan Rencana Anggaran Belanja (RAB). Hal itu diketahui dari kedatangan Kepala Desa Hegar Mukti yang menghentikan pekerjaan turap tersebut.

Pantauan MetroMediaNews.co dilokasi, Kepala Desa Hegar Mukti mendatangi dan menghentikan pekerjaan turap tersebut karena mendapat informasi dan laporan dari warga bahwa pekerjaan turap yang berada diwilayahnya tidak sesuai dengan spek dan RAB. Parahnya lagi tidak terpampang papan proyek di lokasi pengerjaan turap.

Diketahui, dilokasi pengerjaan proyek turap tidak tampak pelaksana proyek, pengawas, PPTK dan PPK. Yang ada hanya pekerja dan parahnya lagi tidak ada papan proyek sehingga masyarakat dan Kepala Desa tidak mengetahui spek dan RAB nya.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi Kabupaten Bekasi, Anwar Soleh mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pemenang tender proyek tersebut yang dianggap tidak transparan dan tidak sesuai spek pengerjaannya.

“Harusnya pengerjaan proyek ini dipasang papan kegiatan jangan malah disembunyikan. Jadi terkesan tertutup dan ilegal. Ada apa?. Jelas ini sudah melanggar Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No.14 Tahun 2008,” tegasnya.

Lebih parahnya, lanjut Anwar, pengerjaan turap tersebut tidak memakai pondasi.

“Ini tidak akan kuat dan tahan lama. Setidaknya harus di pondasi karena pada umumnya pekerjaan turap tidak kurang dari 50 cm,” ujarnya Anwar saat sidak dilokasi pengerjaan turap, Kamis (12/9/2019).

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Dinas terkait untuk mengkaji ulang pelaksana proyek tersebut.

“Jangan di cairkan anggaran proyek turap tersebut, karena sudah sangat jelas merugikan keuangan negara. Kemudian kita meminta kepada instansi terkait untuk memblacklist CV atau PT yang mengerjakannya,” terang Anwar.

Sementara itu, Kepala Desa Hegar Mukti, Subarjo sangat menyayangkan pelaksanaan pekerjaan turap di wilayahnya yang dikerjakan asal-asalan.

“Pembangunan turap seharusnya berpondasi dan digali. Jika tidak digali akan berakibat fatal. Sekarang memasuki musim penghujan, dipastikan akan bergerak dan pecah kalau tidak di pondasi. Saya Berharap pekerjaan ini harus sesuai dengan spek yang ada,” terang Kades saat sidak dilokasi.

Ia menambahkan, seharusnya sebagai sarana informasi publik papan proyek tersebut harus dipasang.

“Anggaran dari mana itu harus jelas, berapa totalnya dan panjang berapa jangan terkesan mengelabui masyarakat. Saya langsung berhentikan pekerjaannya,” ungkap Kades dengan nada kesal.

Lanjut Kades, pihaknya akan melakukan pengawalan dan mendokumentasikan yang sifatnya menyangkut anggaran negara hingga selesai kegiatan. Nantinya akan dijadikan bukti-bukti jika ditemukan adanya dugaan kecurangan untuk di laporkan kepada intansi terkait.

“Saya akan menuntup sementara karena tidak sesuai spek. Jika pondasi sudah di gali silahkan lanjutkan lagi,” pungkasnya.

Ironisnya, ultimatum dan peringatan kepala desa sepertinya tidak membuat nyali para pekerja merasa takut. Pasalnya setelah kedatangan Kades dan mengultimatum para pekerja hanya beberapa saat saja pekerjaan dihentikan, selanjutnya para pekerja melanjutkan kembali pekerjaannya.

Tentunya ini menjadi perhatian serius bagi Kades Hegar Mukti untuk bersikap tegas dalam kepemimpinannya mengingat pelaksana proyek berada diwilayahnya. Lebih dari itu dengan adanya temuan dugaan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai spek menjadi momok bagi Kades untuk bersikap tegas dan menjadikan wilayah Desa Hegar Mukti menjadi wilayah yang bebas dari Korupsi.

Editor: Dedy Rahman
Reporter: Irpan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *