Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

#
#
MegapolitanNasional

KPAI: Suryanto Patut Dikenakan Pasal Berlapis

×

KPAI: Suryanto Patut Dikenakan Pasal Berlapis

Sebarkan artikel ini

METROMEDIANEWS.CO – Suryanto bin Muhak (45) pelaku penyiksaan dan penelantaran serta penyekapan terhadap dua keponakannya masing-masing yang berusia 4,5 dan 3.5 tahun di Batam patut dijerat dengan pasal berlapis.

“Tidak ada toleransi terhadap terhadap tindakan dan perlakuan Suryanto yang tidak berprikemanusisan itu. Setiap anak harus terbebas dari penyiksaan dan penelantaran serta penyekapan,” tegas Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam menyikapi kasus penyiksaan dan penyekapan terhadap 2 anak di Batam, Selasa (28/8).

Pengungkapan tindak pidana penyiksaan, penelantaran dan penyekapan anak ini bermula ketika Ketua RT 10 Junedi yang curiga dengan rumah di Perumahan Center Park Kecamatan Batuaji, Batam. Kemudian Junedi melaporkan kecurigaan itu kepada Polisi karena sering mendengar tangis dan jeritan minta tolong anak.

Atas kerja cepat Polres Balerang dan partisipasi warga masyarakat yang tanggap dan peduli, benar saja dua anak yang dilahirkan dari pasangan suami istri Taher dan Aisyah yang saat ini bekerja di Timor Leste ditemukan didapur berlantai tanah dalam kondisi sangat memprihatinkan. Kondisi kedua anak itu sangat menyedihkan, bajunya kotor dan tubuh penuh luka lebam, luka gores, dan luka dikepala akibat benda tumpul akibat penyiksaan paman korban.

Disamping itu, saat kedua boca malang ini saat dievakuasi dari rumah penyekapan kondisinya lemas akibat tak diberikan makan ujar Kapolres Kombes Hengky saat memberikan keterangan pers di kantornya, Senin (27/8) kemarin.

Dari lokasi penyekapan bocah malang itu ditemukan gagang sapu patah yang diduga dilakukan untuk menganiaya dan menyiksa korban. Untuk mengasuh kedua bocah malang ini, Suryanto adik kandung dari ayah korban Taher dan ibunya Aisyah memberikan biaya hidup untuk kedua anak setiap bulannya Rp. 2,6 juta, namun tidak dipergunakan untuk membiayai hidup kedua bocah tetapi justru sebaliknya mendapat penyiksaan dan penelantaran.

Untuk menyikapi peristiwa kejam ini, Arist Merdeka menekankan, Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang diberikan tugas dan fungsi memberikan pembelaan dan perlindungan Anak di Indonesia meminta Kapolres Balerang untuk menerapkan pasal berlapis yakni penelantaran dan penganiayaan dan penyekapan sehingga Jaksa Penuntut Umum dapat menuntut Suryanto dengan tuntutan pidana maksimal.

Suryanto sebagai paman keluarga terdekat korban sesungguhya punya kewajiban untuk melindungi anak bukan justru melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan itulah yang memberatkan Suryanto,” tambah Arist.

“Untuk perbuatannya itu, Suryanto harus bertanggungjawab dan harus pula menjalani hukum yang berkeadian bagi korban. Suryanto terancam 15 tahun pidana penjara,” tandas Arist.

Penulis: AMS
Editor: Dedy Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *