HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
EkonomiHOMEKab. PemalangTransportasi

Pengemudi Mobil Online di Pemalang Pasrah Hadapi Kenaikan Harga Pertamax

322
×

Pengemudi Mobil Online di Pemalang Pasrah Hadapi Kenaikan Harga Pertamax

Sebarkan artikel ini

PEMALANG – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax (RON 92) dikeluhkan para pengemudi mobil online di Kabupaten Pemalang. Kenaikan harga tersebut dinilai berdampak langsung terhadap biaya operasional dan pendapatan para pengemudi.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Risky (30), salah seorang pengemudi mobil online di Pemalang, mengaku tidak memiliki pilihan selain tetap membeli Pertamax demi menjaga performa kendaraannya.

“Mau bagaimana lagi. Kalau sudah naik begini ya naik. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Untuk bisa jalan ya terpaksa harus beli,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (13/6/2026).

Mantan pengemudi bus malam itu menjelaskan, dirinya rutin mengisi bahan bakar sebanyak 10 liter setiap hari menggunakan Pertamax. Menurutnya, penggunaan BBM dengan oktan yang sesuai diperlukan agar mesin kendaraan tetap bekerja optimal.

Namun demikian, kenaikan harga Pertamax membuat biaya operasional meningkat sehingga berdampak pada berkurangnya pendapatan yang diperoleh setiap hari.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pemalang, Andi Rustono, menuturkan bahwa kenaikan harga BBM tersebut mengejutkan banyak pengemudi, termasuk para driver online.

“Kenaikan harga BBM ini membuat seluruh driver online kaget. Pendapatan driver kini semakin berkurang dan pengeluaran makin besar,” ungkapnya.

Menurut Andi, kenaikan harga BBM tidak bisa dipandang sebagai persoalan sederhana karena berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi masyarakat.

“Kenaikan harga BBM seperti lonjakan harga Pertamax nonsubsidi yang mencapai Rp16.250 per liter tentu menimbulkan kekecewaan masyarakat. Sebab, kenaikan BBM akan berdampak pada naiknya harga berbagai kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat,” ujarnya.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *