Itulah kejanggalan-kejanggalan umat Islam yang menyaksikan sholat para peserta aksi tolak Syiah yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Para demonstran itu selain mengumandangkan yel-yel Syiah sebagai kafir, juga mengutuk para pengabdi negara yang dikatakannya bukan sebagai pengabdi Allah.
Sistem barikade berlapis dilakukan aparat kepolisian untuk menahan ratusan orang dari Forum Umat Islam Semarang yang akan mendekat ke lokasi acara. Massa tersebut beberapa kali menolak pengamanan yang dilakukan kepolisian. “Kami menyayangkan sikap polisi yang memberi izin acara ini. Syiah itu tidak sesuai akidah Islam, jangan dibebaskan dibiarkan untuk berkembang,” kata Humas FUIS Muhamad Lutfi.
Penganut Syiah sudah selama 15 tahun terakhir menggelar peringatan 10 Muharam Asyuro di Semarang. Acara tersebut selalu dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya dan ditutup lagu Bagimu Negeri.(jns/dr)















