SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Petani Subang Gagal Panen, Swasembada Pangan Terancam

427
×

Petani Subang Gagal Panen, Swasembada Pangan Terancam

Sebarkan artikel ini

Berdasarkan pantauannya, kendati kejadian serangan hama & penyakit begitu masif, sehingga menimbulkan kerugian yang amat sangat bagi petani, namun guna antisipasi di musim gadu ini pihak instansi terkait tidak terlihat kegiatan yang mengarah penyelamatan tanaman padi petani.

Begitu pula pihaknya mempertanyakan sejauh mana kinerja yang dibangun melalui MoU antara pihak instansi Pertanian dengan ABRI serta manfaat asuransi petani, sejauhmana bisa dirasakan para petani. “ Jangan hanya sosialisasinya saja, tapi yang terpenting hasil akhirnya mana,” Ujar Suryana berkeluh kesah.

Terkait kondisi serangan virus wereng batang coklat (Klowor) di musim rendeng Kepala Desa Karangsari Dasim Somantri,SE mengaku, bila pesawahan yang terserang di desanya mencapai kisaran 65% dari luas areal sawah yang ada. Ujarnya.

Sementara itu Pengamat Organisme Penggangu Tumbuhan (POPT) Kec.Binong Komarudin menerangkan, bila OPT yang menyerang tanaman padi saat Mt.Rendeng lalu umumnya di wilayah kerjanya adalah virus asal Wereng Batang Coklat (Nilaparvta lugens Stall).

Hingga saat ini kata Komeng panggilan akrabnya, virus itu belum bisa basmi karena memang belum diketemukan obatnya, tetapi setidaknya hama Wereng Coklat yang sudah bisa dikendalikan dengan cara ; (1)Pengaturan pola tanam dengan cara tanam serentak, pergiliran tanaman dan pergiliran varietas berdasarkan tingkat ketahanan dan tingkat biotipe wereng coklat. (2) Penggunaan varietas tahan yang dapat digabungkan dengan cara pengendalian biologi, semisal pemanfaatan musuh alami, namun agar penggunaan varietas tahan bisa bertahan lama dan efektif perlu diintegrasikan dengan komponen pengendalian yang lain, seperti pengaturan pola tanam, pergiliran varietas dan distem pengamatan yang intensif. (3) Pengendalian hayati yaitu dengan memanfaatkan cendawan patogen serangga. (4)Eradikasi. Cara ini apabila ditemukan serangan kerdil rumput dan atau kerdil hampa (baca: kelowor) dengan cara dicabut dan pemusnahan.(5). Penggunaan insktisidadilakukan pengelolaan agro ekosistem masih dijumpai wereng coklat 10 ekor/rumpun pada tanaman berumur < 40 hst/20 ekor/rumpun. Insektisida yang dipilih bersifat selektif, efektif dan diizinkan untuk tanaman padi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *