HOME

Pihak Sekolah di Sukaluyu Saling Lempar Dugaan Dana PIP Disunat

327
×

Pihak Sekolah di Sukaluyu Saling Lempar Dugaan Dana PIP Disunat

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Program Indonesia Pintar (PIP) di salah satu SD Negeri di Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat yang baru turun pada Rabu, 13 November 2019, diduga disunat pihak sekolah melalui pendamping dari perwakilan sekolah dengan alasan untuk pembelian map raport dan biaya transportasi dengan jumlah sebesar Rp100 ribu rupiah/siswa.

Dugaan penyunatan dana PIP yang dilakukan pihak sekolah berawal dari keluhan orang tua murid yang merasa keberatan dengan adanya pemotongan yang lumayan besar dan tidak adanya pemberitahuan sebelumnya.

“Anak saya dapat bantuan dana PIP sebesar Rp450 ribu dan yang diterima hanya Rp350 ribu dengan alasan potongan untuk transportasi pengambilan dan pembayaran map raport. Mahal banget masa ongkos transportasi sampai Rp50 ribu?, kan dikolektif,” ujar wali murid yang enggan disebutkan namanya saat dimintai keterangan oleh MetroMediaNewa.co, beberapa waktu lalu.

Dirinya pun mempertanyakan pungutan yang dilakukan pihak sekolah karena tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya atau rapat orang tua.

“Sebelumnya tidak ada pemberitahuan bahwa bantuan dana PIP akan dipotong untuk transportasi dan dan pembelian map raport. Adapun pemberitahuan sangat mendadak pada saat setelah penerimaan uang,” jelasnya.

Senada disampaikan orang tua murid lainnya, membenarkan adanya pemotongan dana PIP.

“Benar Kang, pihak sekolah melakukan pemotongan sebesar Rp100 ribu dan sangat dadakan,” ungkapnya dengan nada kesal.

Wali kelas 5, Aidah saat dikonfirmasi MetroMediaNews.co mengelak dengan alasan bukan disunat, melainkan pengarahan pembelian map raport dan biaya transportasi pengambilan.

“Iya pak emang ada untuk pembelian map dan biaya transportasi, untuk bantuan PIP jumlah bantuan bervariatif dari Rp450 ribu dan Rp250 ribu. Pembelian map ada, tapi saya tidak tau ada pemotongan dari dana PIP dan yang mendampingi ibu Desi Pratiwi Nurjanah guru olah raga, takut salah menjelaskannya, tanya aja beliau,” elaknya.

Sementara itu wali kelas 6, Nasir Saepudin mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya bantuan PIP yang disunat pihak sekolah.

“Saya tidak tahu kang, itu bukan bagian saya dan ada tugasnya masing-masing. Tapi saya akan bantu akang untuk menyampaikan ke KS, tadi katanya mau rapat. Nanti lewat WA diinformasikan,” ucapnya.

Selanjut Nasir menyampaikan dengan alasan yang berbeda. Sebelumnya ia menyampaikan melalui pesan singkat WhatsApp bahwa Tita selaku kepala sekolah sedang kurang sehat, namun selanjutnya diarahkan untuk menemui KS.

Hj Tita Maemunah selaku kepala sekolah saat ingin dikonfirmasi MetroMediaNews.co, pada Kamis (14/11) dan Sabtu(16/11) selalu tidak berada di tempat dengan alasan rapat di dinas.

Untuk di ketahui, PIP merupakan kerja sama tiga Kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag).

Tujuan PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).

Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya.

PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Editor: Red
Penulis: Dudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *