SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Polres Cianjur Berhasil Ungkap Lima Kasus Selama Bulan Juli

72
×

Polres Cianjur Berhasil Ungkap Lima Kasus Selama Bulan Juli

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Kepolisian Resor (Polres) Cianjur berhasil mengungkap lima kasus tindak asusila selama bulan Juli 2020. Lima kasus tersebut yakni pelecehan anak di bawah umur dua kasus, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dua kasus dan pemerkosaan satu kasus.

Beberapa tersangka yang berhasil dibekuk yakni EY (48) TPPO, BK (52) pelecehan dibawah umur, MI (20) perkosaan, DN (61) pelecehan di bawah umur dan LH (36) kasus TPPO.

Kapolres Cianjur melalui Wakapolres Cianjur Kompol Hilman Muslim mengatakan, ada 5 perkara. Satu perkara pemerkosaan, kemudian 2 perkara perdagangan orang, dan 2 perkara persetubuhan di bawah umur.

“Kita berharap rekan-rekan dari media juga memberikan edukasi kepada masyarakat Cianjur ya berkaitan dengan tindak pidana yang sudah disampaikan tadi. Undang-undang perlindungan anak kemudian perdagangan orang dan perkosaan ini rata-rata korbannya perempuan apalagi yang tadi 2 terakhir perlindungan terhadap anak yang masih dibawah umur ini menjadi kewajiban kita semua,” ujar Wakapolres Cianjur.

Ia menambahkan, “Dalam hal ini kepolisian pun menjerat tersangka dengan pasal berbeda yakni pelecehan di bawah umur dengan Pasal 81 Ayat 1, 2 dan 3 UU RI Nomer 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta denda paling banyak lima miliar rupiah, pemerkosaan dijerat pasal 285 KUHP dengan ancaman pidana selama-lamanya 12 tahun, prostitusi online dikenakan Pasal 2 atau Pasal 10 UU RI Nomer 21 Tahun 2007 ancaman hukuman paling singkat tiga tahun serta paling lama 15 tahun dan TPPO dikenakan Pasal 4 dan Pasal 10 UU RI Nomer 21 Tahun 2007 ancaman hukuman pidana paling singkat tiga tahun serta paling lama 15 tahun,” tandasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *