Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

Daerah

Polres Cianjur Ungkap Kasus Penemuan Mayat Pria Terbungkus Kain

×

Polres Cianjur Ungkap Kasus Penemuan Mayat Pria Terbungkus Kain

Sebarkan artikel ini

Metromedianews.co – Kapolres Cianjur AKBP Aszhari Kurniawan mengungkap kasus dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur. Kasus tersebut berhasil diungkap atas kerja keras Sat Reskrim Polres Cianjur, Dir Reskrimum Polda Jabar dan Polsek Pacet.

“Dugaan peristiwa pembunuhan tersebut dilatar belakangi oleh adanya suatu perilaku menyimpang,” ujar Kapolres dalam konferensi pers didepan Gedung Sat Reskrim Polres Cianjur, Jumat (23/2/2024).

Kapolres menjelaskan, kasus tersebut terjadi pada tanggal 21 Februari 2024 sekitar pukul 07.45 WIB di Hotel Koneng Kampung Cilengsar, Desa Gadog, Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Adapun korban berinisial AR (32) warga Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung, sementara diduga pelaku berinisal YD (24) warga Kampung Cilengsar Desa Gadog Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Adapun modus operandi yaitu pelaku ini melakukan pembunuhannya bermula dari komunikasi melalui salah satu media sosial dimana pelaku ini membuat status bahwa bilamana ada yang ingin melakukan perbuatan menyimpang disebutkan dalam status tersebut seperti BDSM, slave dan sebagainya.

READ  Kota Langsa Raih Anugerah Kota Terbaik 1 Dari Pemerintah Aceh

Korban pun tertarik kemudian mengirimkan pesan kepada pelaku di media sosial dan akhirnya terjadilah perjanjian untuk bertemu melakukan perbuatan menyimpang itu di Cianjur.

“Jadi korban jauh-jauh dari Lampung datang ke Cianjur. Namun sebelumnya dalam komunikasi pelaku meminta kepada korban untuk menyiapkan peralatan-peralatannya diantaranya lakban, pakaian kain dan topeng,” terang Kapolres Cianjur.

Saat berkomunikasi via media sosial pelaku dan korban membuat kesepakatan bilamana korban bisa memuaskan akan diberikan uang Rp1 juta oleh pelaku, namun sebaliknya jika korban tidak bisa memuaskan, maka korban harus memberikan uang Rp1 juta rupiah.

Setelah semua peralatan disiapkan dan dikirim ke pelaku, kemudian korban datang ke Cianjur dan bertemu di tempat yang sudah ditentukan. Selanjutnya terjadilah perbuatan menyimpang tersebut.

“Saat melakukan perbuatan menyimpang tersebut, korban diikat atau dililit menggunakan kain dan lakban, namun pada saat melakukan perbuatan menyimpang tersebut ternyata korban ini kencing sehingga membuat pelaku marah,” ucapnya.

“Karena pelaku marah kepada korban. Pelaku pergi dari kamar tersebut dan meninggalkan korban dalam keadaan terlilit kain dan lakban termasuk  juga wajah korban. Korban ditinggalkan dalam keadaan lemas,” tambah Kapolres.

READ  Peringati Hari Bumi, Kang Ace Tanam Ribuan Pohon di Bandung Barat

Setelah pelaku meninggalkan korban, kata Kapolres, esok harinya pelaku berusaha untuk menghubungi pihak hotel untuk menyampaikan bahwa ada tamu hotel yang butuh bantuan di kamar tesebut sehingga petugas hotel masuk ke kamar dan menemukan korban sudah meninggal dunia.

“Untuk motif pembunuhannya dikarenakan pelaku merasa sakit hati atau marah karena tidak sesuai dengan kesepakatan bahkan malah si korban kencing mengenai pelaku sehingga korban ditinggalkan pergi dalam keadaan terikat dan terbungkus kain dan lakban. Bahkan ada bekas lakban dileher korban sehingga diduga korban meninggal dunia akibat kehabisan nafas,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, perilaku menyimpang dengan cara BDSM ini sudah dilakukan kurang lebih 10 kali. Namun kegiatan menyimpang dengan cara lebih ekstrim tersebut baru dilakukan kali ini.

“Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal selama 15 tahun penjara,” tandasnya.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *