Kemudian pengalaman lainnya diceritakan Juang, yakni saat berdinas di Kalimantan, mengatasi konflik Sampit, peristiwa berdarah antara orang Dayak dan Madura 2001 silam.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Kenangan waktu itu kejadian saat masih Kapolsek di Kalimantan, dulu ada kerusuhan Dayak dan Madura, lagi bertengkar. Saya punya inisiatif semua masyarakat saya sewakan truk. Warga Madura dibawa ke Banjarmasin, lalu dipulangkan ke Madura.
“Jadi akhirnya orang Dayak waktu itu mencari-cari orang Madura. Tidak ada, jadi tidak ada yang mati karena sudah diungsikan semua. Itu kenangan lumayan tragis selama dinas di ke polisian,” kenangnya.
Kombes Pol Juang Andi Priyanto, telah menegaskan ke anggota Lantas untuk tidak melakukan praktik pungli saat melakukan penilangan di jalan. Apabila kedapatan dan terbukti melanggar, Juang menegaskan tidak akan segan untuk memberikan sanksi tegas seperti pidana hingga pemecatan.
“Saya terapkan di sini, saya tidak toleransi apabila ada anggota saya melakukan pungli, minta duit di jalan. Saya tindak tegas, kalau ada videokan, bila terbukti langsung kita pidanakan kita pecat dia,” tegasnya.
Juang, mengatakan serius ingin mengatasi persoalan pungli ini karena ingin menaikan citra ke polisian di mata masyarakat.
“Pertama kalau soal pungli ini saya sudah jijik, misalkan ada polisi pungli di jalan. Karena kita sudah dapat dana besar dari pemerintah. Cukup besar perhatiannya, diberikan mobil untuk patroli, gaji sudah lumayan lah sekarang ini. Tidak kecil, lumayan untuk hidup. Bisa untuk menabung, mencicil rumah, motor. Jadi kalau masih ada pungli kita tindak tegas,” pesannya.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











