HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Ancaman Serius Media Sosial Bagi Kebhinnekaan

206
×

Ancaman Serius Media Sosial Bagi Kebhinnekaan

Sebarkan artikel ini
Ancaman Serius Media Sosial Bagi Kebhinnekaan
Ancaman Serius Media Sosial Bagi Kebhinnekaan

Terjadinya konflik yang diakibatkan oleh pernyataan negatif di media sosial tentu saja membutuhkan refleksi kritis dari setiap individu manusia tentang kenyataan yang terlihat dalam setiap pemanfaaan media sosial oleh semua kalangan, baik dari kalangan muda maupun kalangan usia tua. Pada satu sisi, kehadiran media sosial yang begitu menjamur ini menjadi berkah tersendiri bagi setiap orang di berbagai belahan dunia untuk melakukan komunikasi secara bebas tanpa batas dengan siapa pun. Di sisi lain, media sosial banyak juga memberikan pengaruh negatif bagi terpeliharanya semangat toleransi antar umat beragama dan tegaknya rasa persatuan dan kesatuan antar sesama bangsa.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Kehadiran media sosial yang berkembang pesat di dunia maya bisa menjadi bencana yang sangat besar tegaknya nilai-nilai toleransi dalam bingkai kebhinnekaan. Fungsi media sosial yang semestinya dipergunakan untuk kebaikan, ternyata banyak disalahgunakan untuk menyuburkan api permusuhan, kejahatan virtual, sikap intoleran, dan diskriminasi atas nama agama. Salah satu bencana media sosial yang sering disalahgunakan adalah menyebarkan api permusuhan melalui isu SARA atau sentimen yang berbau sektarianisme dan primordialisme.

Dugaan isu penistaan agama yang dilakukan Ahok menjadi cermin akan dampak negatif dari media sosial yang dipergunakan untuk menyebarkan api permusuhan dan sikap intoleran. Media sosial, seperti facebook, twitter, maupun instagram justru menjadi instrumen untuk mengobarkan semangat anti-toleransi yang disertai dengan nada kebencian dan permusuhan. Media sosial lebih banyak dimanfaatkan untuk menyebarkan isu-isu negatif yang bernada menjatuhkan dan menghina terhadap kelompok lain yang berbeda latar belakang, baik perbedaan suku, bahasa, budaya, maupun agama. Apalagi, isu-isu yang disebarkan selalu menyangkut masalah sentimen sektarianisme dan primordialisme yang mengusung api permusuhan antar umat beragama.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *