HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Klaim DLH Kota Cimahi Soal Jangkauan Layanan Sampah

113
×

Klaim DLH Kota Cimahi Soal Jangkauan Layanan Sampah

Sebarkan artikel ini

MMN.CO, (CIMAHI) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengklaim jangkauan layanan pengangkutan sampah di Kota Cimahi pada tahun ini sudah mencapai 80%.

Kepala Unit Pelaksana Persampahan DLH Kota Cimahi, Usep Koswara mengatakan, di Kota Cimahi minim tumpukan sampah. Kalau pun ada, itu karena antrean di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Jangkauan pelayaan lumayan sudah hampir 80%. Gak ada sampah katakanlah tidak terangkut sama sekali di Cimahi,” klaimnya, Selasa (09/05).

Dalam sehari, terang Usep, pihaknya mampu mengangkut sampah dari Cimahi ke TPA sebanyak 2 sampai 3 rit, dengan jumlah kendaraan operasional mencapai 35 truk. ‎“Untuk Cimahi dengan jumlah kendaraan kita operasional 35 unit per hari,” katanya.

Usep mengakui, jumlah kendaraan operasional yang dimiliki saat ini masih kurang untuk menjangkau 15 kelurahan yang ada di Kota Cimahi.

Kalau berbicara keinginan, kata dia, seharusnya ada penambahan kendaraan operasional pengangkut sampah hingga 20 kendaraan. ‎“Hanya kita berusaha memaksimalkan, ke depan kita usahakan ada tambahan kurang lebih 20 mobil lagi, inginnya,” ujar Usep.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Cimahi, Djani Ahmad Nurjani menambahkan, dalam sehari, sampah yang diangkut dari Cimahi ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat bisa mencapai 170 ton per hari.

Sementara untuk biayanya mencapai Rp 248 juta jika dihitung berdasarkan biaya Kompensasi Jasa Pelayanan (KJP) dan Kompensasi Dampak Lingkungan (KDN). ‎“Perbulan rata sekitar 248 juta rupiah per bulan untuk biaya KJP dan KDN. Rata-rata 170 ton per hari,” katanya.‎

Djani membeberkan, rasio volume sampah yang ada di Kota Cimahi sebetulnya tidak sebanding dengan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang ada saat ini. ‎Kota Cimahi baru memiliki sekitar 34 TPS yang tersebar di semua kelurahan yang ada di Cimahi. Sedangkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), baru ada delapan.

“TPS belum berata, kita itu sebetulnya punya rencana, supaya pengelolaan sampah di Cimhai baik. Minimal tiap kelurahan punya TPS,” katanya.

Permasalahannya, terang dia, untuk membuat TPS dan TPST di Kota Cimahi sangat kesulitan lahan. Untuk membuat TPS, dibutuhkan lahan minimal 5×6 meter, sedangkan TPST harus ada lahan sekitar 200 meter.

“Kalau sudah ada lahan kita bangun, lahan untuk TPS dan TPST. Ada beberapa RW yang tidak punya TPS. Idealnya itu sesuai RW punya TPS, tapi kendalanya masalah lahan, bukan kita gak mau membangun,” jelasnya. (Fey)

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *