MetroMediaNews.co|Garut – Aktivis muda dan Pemerhati Anggaran, Firman menilai sulitnya mendapatkan informasi dan transparansi tentang realisasi penggunaan dana DID di Kabupaten Garut.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Realisasi penggunaan dan dana DID tersebut hampir di tiap Kabupaten Kota yang ada di Jawa Barat diduga tidak transparan dan tidak terbuka,” ujar Firman kepada wartawan, Jumat (7/2/2020).
Padahal, lanjut Firman, masalah trasparan itu telah di jamin olah Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
“Oleh karena itu realisasi penggunaan dana intensif daerah (DID) tahun 2019 yang bersumber dari APBN di Kabupaten Kota yang ada di Jawa Barat harus di usut,” ungkapnya.
Dirinya berharap Kepolisian maupun Kejaksaan untuk segera turun mengkroscek dan mengusut realisasi penggunaan dan DID tahun 2019 di Kabupaten Kota yang ada di Jawa Barat.
“Kepolisian dan Kejaksaan harus kroscek dan mengusut tuntas dugaan penyelewengan penggunaan dana DID tahun 2019 di Kabupaten Kota yang ada di Jawa Barat,” pungkasnya.
Editor: Dedy Rahman
Penulis: Van
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











