“Jika melalui Kabid yang menangani kegiatan yang dimaksud takut tidak direspon,” ujar Syamsul kepada awak media, Selasa (25/7/2023).
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ternyata hal ini juga benar terhadap Kadis LH, lanjut Syamsul, karena hingga kini surat konfirmasi kami tidak dijawab.
“Kami coba kembali menyambangi DLH Kota Tangerang dan saat saya hendak menuju kantor DLH dan berpapasan dengan salah seorang pegawai dan ditanya tujuan ke DLH untuk bertemu Kadis LH dibalas dengan kata maaf ya, sampai kapanpun tak bisa ketemu dengan Kadis,” ucap Syamsul menirukan jawaban pegawai tersebut.
Menurut Syamsul, Kadis DLH dinilai arogan sebab merasa sudah dilindungi oleh rekan-rekan dari oknum Wartawan dan LSM sehingga siapapun untuk bertemu Kadis pasti tidak akan ketemu.
“Termasuk kalau mau dilaporkan juga tak perlu sebab Kadis sudah merasa memberi agar dilindungi,” ujar Syamsul sedikit kaget mendengar ucapan kawan yang ditemuinya depan pintu masuk kantor LH.
“Jadi kalau sulit ditemui bagaimana kami bisa menerima hak mereka, dijawab lagi denganya “percuma ente ngapain juga kagak ada artinye bahkan yang lebih ngerinya lagi Kadis LH ini terkesan seperti mempermainkan politik bambu, karena yang satu ditekan yang satunya lagi diangkat begitu mentok kedua belahan bambu dilepas sehinga saling terjadi gesekan, artinya akan terjadi jeruk makan jeruk,” jelasnya.
Merasa tidak puas Syamsul berusaha memasuki ruang kantor dan bertemu dengan Seketaris DLH dan dalam pertemuan tersebut berbagai pertanyaan dilontarkan tetap dijawab tidak tahu. Terakhir kalau semua tidak tau bagaimana kegiatan ini bisa dikerjakan dan siapa Tim Apresial/pihak ketiga, Kepala DLH menunjuk “salah satu staf nya sebagai Tim Apresial”.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











