PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
Megapolitan

KPCDI Kecam Kelangkaan Obat Pasien BPJS Kesehatan Pasca-Transplantasi Ginjal di RSCM

139
×

KPCDI Kecam Kelangkaan Obat Pasien BPJS Kesehatan Pasca-Transplantasi Ginjal di RSCM

Sebarkan artikel ini

Metromedianews.co – Pasien pasca-transplantasi ginjal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sedang berharahap-harap cemas. Sebabnya, sudah beberapa bulan terjadi kelangkaan distribusi obat dari pihak rumah sakit kepada pasien yang berdampak pada potensi rusaknya ginjal baru.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Salah seorang pasien di RSCM, Achwan (50 tahun) menjelaskan kelangkaan obat ini sudah beberapa bulan terjadi di mana pasien yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan selalu terlambat mendapatkan obat. Bukannya membaik, pada April 2024, pasien sama sekali tidak mendapatkan obat.

“Bulan ini saya belum ada kabar sama sekali dari farmasi Kanigara RSCM untuk mengambil obat,” kata Achwan di Jakarta, Jumat (26/4).

Berdasarkan hasil penelusuran Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), obat yang rutin kosong adalah jenis Sandimmun, Certican, dan Myfortic. Obat tersebut merupakan obat utama bagi pasien transplantasi organ—yang jika tidak dikonsumsi maka risiko terbesarnya adalah ginjal donor akan mengalami rijeksi atau penolakan.

Oleh karenanya, untuk mengatasi persoalan tersebut, kini para pasien mencari jalan ke luar masing-masing. Alih-alih tidak mengkonsumsi obat, para pasien di RSCM saling mencari pinjaman obat kepada sesama pasien pasca-transplantasi.

“Saya harus pinjam ke rekan sesama pasien transplan maupun beli dengan biaya cukup mahal sehingga sangat memberatkan saya. Saya berharap kelangkaan obat segera diatasi agar pasien tidak mengalami kecemasan secara psikologis,” ujarnya.

Senada, Salsa (27 tahun), mengatakan kini banyak pasien yang enggan meminjamkan obatnya karena stok untuk diri sendiri pun kian menipis dan takut obat selanjutnya tidak diberikan. Untuk mengakalinya, ia berusaha membeli obat secara mandiri dengan pengurangan dosis agar harganya lebih murah.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *