SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Miris, Korban Pencabulan Anak Hingga Hamil Mengaku 4 Tahun Dijadikan Budak Seks

135
×

Miris, Korban Pencabulan Anak Hingga Hamil Mengaku 4 Tahun Dijadikan Budak Seks

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Cianjur – Nasib malang melanda SA (15), warga Naringgul, Cianjur, korban penculikan dan pencabulan yang masih dibawah umur kini harus menanggung beban atas anak yang dikandungnya akibat perbuatan bejat pelaku SF.

Diketahui, selama 4 tahun korban dibawa kabur oleh SF yang masih tetangganya hingga hamil 9 bulan lantaran menjadi budak seks.

Selama dalam pelariannya, SF membawa korban dan tinggal didalam hutan di Kawasan Pangalengan Bandung dengan hidup penuh keterbatasan.

Dari pengakuan korban, bahwa awalnya dia dibawa pelaku ke daerah Pameungpeuk Garut dengan alasan untuk menengok anak SF. Setelah itu, korban langsung dibawa ke daerah Ciwidey Bandung.

“Disana saya diajak oleh pak SF untuk tinggal di sebuah gubuk di tengah hutan. Jauh dari pemukiman penduduk,” ungkap korban dengan nada sedih saat ditemui di kediamannya, Senin (27/1/2020).

Korban sempat meminta untuk pulang ke rumah, namun pelaku berjanji akan memulangkan korban setelah setahun tinggal di gubuk berukuran 2,5X2,5 meter itu.

Ia menuturkan, untuk bertahan hidup koban bercocok tanam di lahan yang berada di Kawasan Perhutani. Sehari-hari korban dan SF hanya memakan nasi dengan lauk sayuran yang direbus.

“Ya makan itu aja, nasi sama daun singkong atau sayur. Hampir setiap hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dari janji manis pelaku yang akan bertanggungjawab dan menikahinya jika sampai hamil serta janji memulangkan nya ke keluarga, membuat bunga akhirnya tetap bertahan di dalam hutan bersama pelaku.

“Belum terpikir kalau pak SF itu bohong, karena dijanjikan mau tanggungjawab, percaya saja. Apalagi kan saya sulit mau ke mana-mana, karena ada di dalam hutan,” katanya.

Sejak awal kehamilan hingga usia kandungan 9 bulan, korban mengaku belum pernah sekalipun diperiksa secara medis di klinik ataupun layanan kesehatan lainnya terkait kondisi bayi di dalam rahimnya. Sebab, pelaku khawatir dirinya masih dicari oleh pihak kepolisian lantaran sudah membawa kabur anak orang.

“Karna pak SF dicari, jadi tidak pernah dibawa periksa. Selama awal hamil ya seadanya saja, tapi belum pernah sampai kenapa-kenapa kandungannya,” jelasnya.

SF baru berani keluar dari hutan dan akan mengembalikan korban ke keluarganya sambil berencana untuk menikahinya di usia kandungan yang sembilan bulan. Namun langkah pelaku malah membawanya dalam proses hukum, sebab polisi langsung mengamankan pelaku yang berusia 57 tahun atas dugaan membawa kabur dan menghamili anak di bawah umur.

Lantaran pelaku tengah diproses hukum, korban rencananya akan membesarkan sendiri bayi dalam kandungannya setelah lahir. Meski masih remaja, korban mengaku akan bekerja untuk membiayai anaknya tersebut.

“Saya akan rawat anak saya setelah lahir nanti. Untuk kebutuhan mau kerja, apa saja kerjaaannya yang penting bisa membiayai anak. Tidak masalah saya masih kecil juga, saya akan besarkan anak ini sendiri,” tandasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *