“AS mengatakan hanya mengirim SMS dan surat sebagaimana seorang guru ke muridnya, itu bentuk kasih sayang saya terhadap murid menurut pengakuan AS,” kata Ahmad Supirman salah seorang guru yang dituakan disekolah.
Ahmad menambahkan, masalah ini sebelum dilaporkan ke pihak Polisi sudah selesai di musyawarahkan menurut pengakuan keluarga korban.
“Ternyata belum selesai dan malah sekarang berlanjut, saya pribadi dan atas nama sekolah memohon maaf kepada masyarakat khususnya kepada keluarga korban karena lemahnya pengawasan kami dan tidak bisa mendeteksi sehinga ada seorang oknum guru yang telah berbuat kurang baik,” tambah Ahmad.
Atas kejadian itu pihak sekolah memberikan sanksi skorsing pemberhentian kepada AS untuk tidak lagi mengajar disekolah.
Pantauan MMN.CO, perkara yang diduga pencabulan terhadap anak dibawah umur kini sedang dalam penyelidikan dan pengembangan pihak Kepolisian Sektor Naringgul Cianjur Selatan atas laporan keluarga korban.(Jay)















