“Kalau kesepakatan itu terjadi, saya kira tidak akan ada wali murid satu dua orang yang tidak setuju,” terangnya saat dimintai tanggapannya oleh MMN.CO via Whatsapp.
Ia juga menyatakan bahwa tidak semua wali murid mempunyai pola pikiran dan keinginan yang sama. Di mana ada yang menyerahkan kepada kepala sekolah, ada juga orang tua murid yang ingin sendiri. Termasuk memutuskan nilai nominal yang wajar dari harga seragam sekolah.
“Pihak sekolah diminta menyeragamkan harga dan tidak diperbolehkan sekolah yang menetapkan harga. Itukan tidak benar,” tegas Dedy.(Umi Latifah)















