Namun demikian, kebijakan tersebut belum mampu mendongkrak pendapatan para sopir secara signifikan.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ketua DPC Organda Kabupaten Pemalang, Andi Rustono, menyebut terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan pendapatan angkutan kota terus menurun.
Selain keberadaan ojek online dan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, pihaknya juga menyoroti masih beroperasinya kendaraan odong-odong yang menurutnya telah dilarang beroperasi di jalan umum.
“Kami sudah melayangkan surat keberatan terkait beroperasinya kendaraan odong-odong ke beberapa instansi terkait. Namun sampai sekarang masih banyak terlihat kendaraan kereta gandeng tersebut beroperasi,” kata Andi.
Para sopir berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait agar angkutan kota tetap dapat bertahan sebagai salah satu moda transportasi masyarakat yang terjangkau dan telah menjadi bagian dari wajah transportasi Pemalang selama puluhan tahun.
(Ragil)
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











