Gambaran peristiwa diatas itu menandakan betapa carut marutnya fenomena mutasi dan rotasi itu. Ada apa sebenarnya? Calon Camat itu mengaku kalah bersaing oleh rivalnya. Namun tidak menjelaskan secara rinci, dia hanya memberi isyarat dengan menggesekan tapak jempol dan jari telunjuknya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Menanggapi tuduhan miring terkait pelaksanaan mutasi, Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih seuasai pelantikan menyangkal. Imas mengklaim pelaksanaan mutasi berlangsung sangat selektif dan normatif.
“ Saya jamin, enggak ada yang namanya pola 3D , (Dulur, Duit dan Deukeut), dalam mutasi dan rotasi merupakan kebutuhan bagi sebuah organisasi dan semuanya sudah sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa ada iming-iming tertentu,” terang Bupati Subang.
Namun pada kenyataannya ketika berlangsung proses mutasi dan rotasi dipastikan ada yang suka dan tidak suka itu sudah menjadi konsekuensi logis. Bagi PNS harus menerima, karena pada saat disumpah menjadi pegawai siap melaksanakan tugas demi kepentingan organisasi.
Selanjutnya Imas meminta para pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan dengan lingkungan kerjanya dan melakukan perbaikan administrasi serta penataan aset, agar Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP) dari BPK untuk LKPD tahun 2016 bisa meningkat menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di tahun mendatang.(@Bh)
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











