Makanya ia menghimbau kepada seluruh POPT (Petugas Organisme Pengganggu Tanaman), penyuluh pertanian dan juga petani harus bekerja sama, kompak menggerakkan semua petani.
“Semuanya harus satu bahasa, bila menggerakkan untuk tahap penanganan lahan bersama-sama kompak, jangan satu melawan hama satu sibuk cari untung sendiri,” paparnya.
Ia pun mengatakan Subang akan selalu menjadi lumbung padi Jawa Barat dan nasional, makanya Pemkab akan tetap pada prinsipnya untuk tetap melarang pengalihan lahan pertanian menjadi lahan industri.
“Kita tetap larang menjual lahan sawah dan pertanian kepada pabrik-pabrik, karena pabrik sudah ada zonanya,” tutupnya.
Sebelum diberikan bantuan, masyarakat dan peserta gerakan tanam ini telah diberikan materi bagaimana penanganan pemberantas hama dan lainnya juga dilaksanakan lomba tumpeng antara para kelompok tani di Desa Jatireja.
(Humas & Protokol)















