Saat dikonfirmasi kepada Sekretaris Desa Kedung Dalam, Emil, baik melalui panggilan WhatsApp maupun chat WhatsApp pada Rabu (31)07/2024), tidak ada jawaban dan terkesan enggan menanggapi.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Sementara di sisi lain, Kasi Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) Kecamatan Mauk, Desi, saat dikonfirmasi perihal kegiatan hotmix di Desa Kedung Dalam mulanya menjawab terkesan kurang menyenangkan.
“Bapak orang ketiga yang konfirmasi kegiatan di desa Kedung Dalam,” tulisnya dalam balasan chat WhatsApp pada Rabu (31-07-2024).
Namun, jawaban Desi saat disinggung terkait pekerjaan hotmix apakah sudah sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang tertuang dalam RAB.
“Saya sedang Diklat nanti saya konfirmasi ke desa ya,” kata Desi dalam balasan kedua chat WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa. Masyarakat berharap isu ini tidak berakhir tanpa kejelasan, mengingat pentingnya jalan ini bagi mobilitas dan perekonomian desa.
Jika dugaan ini benar, kasus ini akan menambah daftar panjang praktek korupsi yang menggerogoti dana desa, merugikan masyarakat yang sangat bergantung pada infrastruktur yang layak. Mereka berharap agar pihak atau instansi terkait yang punya kewenangan dalam pengawasan agar lebih ketat dalam memantau setiap kegiatan proyek.(Aris)
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











