PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOME

Guru BAIK: Program INOVASI Tingkatkan Mutu Guru di Sumba Barat Daya

290
×

Guru BAIK: Program INOVASI Tingkatkan Mutu Guru di Sumba Barat Daya

Sebarkan artikel ini

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Workshop Sosialisasi program Guru BAIK yang diselenggarakan oleh program pendidikan INOVASI tersebut menghadirkan dua belas kepala sekolah mitra, empat ketua KKG (Kelompok Kerja Guru), beberapa pengawas dari kecamatan Loura dan Kecamatan Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya dan difasilitasi langsung oleh fasilitator-fasilitator daerah Sumba Barat Daya.

“Kita lakukan sosialisasi ini agar para guru yang menjadi mitra kita nanti mendapatkan dukungan maksimal dari kepala sekolah, pengawas dan ketua KKG,” terang Fadil.

Berdasarkan penelitian ACDP tahun 2016 tersebut, tingkat mengulang kelas cukup tinggi untuk kelas II di Sumba secara keseluruhan, yaitu kisaran 12 – 21 persen.

Menurut Senza, District Facilitator Sumba Barat yang lain, hal tersebut tentu saja berhubungan dengan kualitas guru dalam mengajar.

“Kalau tidak ada intervensi pelatihan kepada guru dan dukungan kepala sekolah yang maksimal terhadap guru, akan sulit meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ucapnya.

Program GURU BAIK yang dilaksanakan di Sumba diusahakan bisa meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas awal di Sumba yang menurut penelitian ACDP juga cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 30 persen anak-anak kelas 2 yang diteliti oleh program itu pada tahun 2016 ternyata mengalami kesulitan membaca.

“Siswa di kelas awal yang kurang bisa membaca cenderung akan mengalami ketertinggalan pelajaran pada kelas-kelas berikutnya. Efeknya akan bisa berantai. Kita harapkan nanti dengan program ini, akan muncul solusi lokal untuk mengatasi hal tersebut,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SD Negeri Mawo Maliti, Mikael S. Nanga menyambut baik program yang akan segera dimulai tersebut.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *