MMN.co, Jakarta – Adanya insiden dugaan pengancaman dan rasisme kepada salah satu tim investigasi media BERNAS, juga anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), PJMI, dan tim LPK GPI RI, saat melakukan investigasi terkait obat herbal ilegal mendapat sorotan dari sejumlah lembaga dan publik.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Publik menilai, adanya dugaan pengancaman dan rasisme yang dilakukan oleh organisasi perkumpulan produsen obat herbal yang diduga ilegal dan berkedok agama sudah menyalahi aturan dan melanggar hukum karena negara kita adalah negara hukum.
Diketahui, adanya dugaan ancaman dan rasisme itu karena pihak organisasi perkumpulan obat herbal yang diduga ilegal itu merasa risih dan tidak nyaman dengan ramainya pemberitaan dan pengungkapan tim investigasi tentang adanya ditemukan puluhan produk yang diduga ilegal dan berbahaya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyampaikan keprihatinannya dan mengecam keras adanya dugaan pengancaman dan rasisme kepada jurnalis yang sedang melakukan tugas jurnalismenya.
“Kenapa harus ada ancaman dan rasisme, lakukan klarifikasi jika memang sesuai fakta lapangan,” ujar tokoh pers nasional yang selalu gigih membela wartawan ini, Sabtu 13 November 2021.
Selanjutnya dia berharap Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan untuk menginstruksikan kepada bawahannya agar lebih melakukan pengawasan secara ketat dikarenakan saat ini berdasarkan hasil temuan tim investigasi ditemukan banyak puluhan produk herbal palsu yang dilakukan oleh para mafia dengan sasaran sejumlah online shop.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











