Di sisi lain, Presidium MD KAHMI Kabupaten Tegal Ridho Rejekiono mengatakan seminar tersebut tidak semata-mata membahas angka dalam APBD, tetapi mendorong agar anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Seminar ini bukan membicarakan angka-angka. Kita ingin menjadikan APBD sebagai instrumen yang adil, transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ridho menegaskan transparansi anggaran bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan pemerintah, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.
“Pertumbuhan ekonomi inklusif harus menghadirkan kesempatan dan manfaat lebih luas, tidak hanya untuk kelompok tertentu,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Presidium KAHMI Jawa Tengah Sapto Widodo mengatakan Milad ke-60 KAHMI harus menjadi momentum untuk memperkuat meritokrasi dan kompetensi kader.
“KAHMI adalah fase lanjutan perkaderan HMI, yang bertanggung jawab mewujudkan masyarakat yang diridai Allah, dari cita menuju fakta. Dengan bekal muda dan intelek, KAHMI harus menjadi solusi,” tegas Sapto.
Seminar tersebut menjadi bagian dari refleksi Milad ke-60 KAHMI sekaligus ruang dialog antara pemerintah, legislatif, akademisi, masyarakat sipil, dan organisasi kemasyarakatan mengenai tata kelola anggaran daerah yang transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Penulis: Kuncoro Wijayanto
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











