Kasus tersebut sempat ramai dibicarakan, meskipun hingga kini tidak ada perkembangan signifikan terkait penyelesaiannya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Rekam jejak ini semakin memicu kemarahan publik yang menilai bahwa Maskota tidak memiliki integritas dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin desa.
Reaksi Keras dari Netizen: “Mengapa Tidak Membela Warga?”. Di media sosial, tanda pagar (tagar) #DukungSaidDidu dan #KadesBelimbingViral mulai menjadi trending topic.
Netizen ramai-ramai mengecam langkah Maskota yang dianggap tidak pro-rakyat. Banyak yang menilai, tindakan Kades tersebut justru memperparah citra buruk aparat desa yang seharusnya menjadi pelindung dan pembela warga.
Salah satu komentar viral di Twitter berbunyi, “Kades kok malah laporin orang yang bela warga? Ada apa dengan Maskota?” Komentar-komentar semacam ini semakin memperuncing situasi, dengan banyak warga net yang meminta transparansi terkait kasus ini.
Para tokoh masyarakat dan aktivis juga angkat bicara. Beberapa di antaranya mendesak KPK untuk kembali membuka penyelidikan terhadap dugaan penggelapan aset desa yang melibatkan Maskota.
Mereka berpendapat bahwa perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan desa, terutama ketika ada indikasi penyalahgunaan wewenang.
Dengan semakin memanasnya situasi, publik menunggu respons lebih lanjut dari pihak berwenang.
Apakah Said Didu akan melanjutkan perjuangannya untuk mengkritisi proyek PIK 2? Dan apakah Kades Maskota akan memberikan klarifikasi terkait langkah hukum yang diambilnya? Yang jelas, drama ini masih jauh dari kata selesai.(red)
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











